Amal Saleh
Tahukah kalian apa yang
dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan
firman Allah Swt dalam Q.S. al Ashr/103:2-3 berikut ini:
Artinya:
"Sesungguhnya
manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling
menasehati untuk kesabaran (3)."(Q.S. al Ashr/103:2-3)
Ayat tersebut menegaskan
bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat
hal, yaitu:
Beriman kepada Allah Swt
Beramal saleh atau amal
kebajikan
Saling menasehati untuk
kebenaran
Saling menasehati untuk
kesabaran
Kata amal saleh berasal
dari kata "amilus", yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi
dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al Qur'an serta as
Sunnah.
Antara iman dan amal
saleh merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan.
Seseorang yang beriman
tanpa diikuti amal saleh, maka keimanannya tidak ada artinya. Sebaliknya, amal
saleh tanpa didasari iman yang benar maka amalannya tidak ada nilainya di
hadapan Allah Swt.
Keimanan harus dibuktikan
dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar.
Kebaikan dari amal saleh
adalah amal sayyi'ah, yaitu amal yang mendatangkan mudarat bagi pelakunya
maupun orang lain.
Sungguh rugi seseorang
yang berbuat buruk di dunia ini, padahal dunia adalah ladang amal untuk
kehidupan akhirat.
Setiap amal baik atau
buruk meskipun sangat kecil tetap akan mendapatkan balasan yang adil dari Allah
Swt. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt dalam surat az Zalzalah/99:7-8:
Artinya:
"Maka siapa yang
mengerjakan kebaikan seberat zarrah (biji sawi), niscaya dia akan melihat
(balasan)nya (7). Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah (biji
sawi), dia akan melihat (balasan)nya." (Q.S. az Zalzalah/99:7-8)
Suatu amal saleh akan sah
jika memenuhi syarat sebagai berikut:
Amal saleh dengan
mengetahui ilmunya
Amal saleh itu dikerjakan
dengan niat ikhlas karena Allah Swt
Amal saleh itu hendaknya
dilakukan sesuai dengan petunjuk al Qur'an dan Hadis.
Pernahkah kalian melihat
orang atau temanmu beramal, tetapi sedikit sekali? Janganlah kalian
meremehkannya atau menghinanya karena sedikit amalnya.
Sebab nilai sebuah amal
tidak semata-mata tergantung banyak atau sedikitnya, tetapi juga terletak pada
keihkhlasannya.
Sedangkan nilai
keikhlasan amal seseorang hanya Allah Swt yang mengetahui.
Allah Swt mencintai seorang
hamba yang beramal secara terus menerus meskipun sedikit. Memang yang paling
baik adalah beramal banyak serta ikhlas, dan dilakukan terus menerus.
Rasulullah saw pernah
bersabda:
"Dari Abu Dzar
Jundub Bin Junadah r.a. berkata: Nabi saw bersabda kepadaku: "Janganlah
sekali-kali kamu mencemooh perbuatan baik seberapa pun kecilnya, walaupun
perbuatan baik itu hanya berupa penyambutan terhadap saudaramu dengan muka yang
berseri-seri" (H.R. Muslim)
Wahai gerasi muda Islam,
ketahuilah bahwa amal saleh ada tiga macam, yaitu:
Amal saleh terhadap Allah
Swt yaitu menjalankan perintah Allah Swt dan meninggalkan larangan-Nya.
Contohnya adalah zakat, puasa, membaca al Qur'an dan ibadah lainnya
Amal saleh terhadap
manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya
bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa
Amal saleh terhadap
lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah
pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan
penghijauan.
Di samping tiga amal
saleh tersebut ada satu amal kebajikan yang disebut amal jariyah.
Amal jariyyah yaitu amal
kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt dan
mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal.
Pahala amal jariyyah akan
terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil
kebajikan yang ia tinggalkan di dunia.
Rasulullah bersabda:
"Apabila salah
seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga
perkara; sedekah jariyyah, ilmu yang bermanfaat, baginya dan anak salih yang
selalu mendoakannya." (H.R. Muslim).
Manfaat Beramal Saleh
1. Diberi ampunan dan pahala
yang besar oleh Allah Swt.
Hal ini sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. al-Maidah/5: 9 yang
artinya: “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang
beramal saleh, (bahwa) mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.”
2. Diberi tambahan
petunjuk.
Hal ini sesuai dengan Q.S. Maryam/19: 76 yang artinya: “Dan Allah akan
menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal
kebajikan yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.”
3. Diberi kehidupan yang
baik dan layak.
Hal ini sesuai dengan Q.S. an-Nahl/16: 97 yang artinya: “Siapa
mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman,
maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri
balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
4. Dihapuskan
dosa-dosanya.
Hal ini sesuai dengan Q.S. al-Ankabut/29: 7 yang artinya: “Dan orang-
orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus
kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik
dari apa yang mereka kerjakan.”
5. Dijauhkan dari
kerugian di dunia dan akhirat.
Hal ini sesuai dengan Q.S. al-‘Asr/103: 1-3 : “Demi masa. Sungguh,
manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan
kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk
kesabaran.”
Berbaik sangka atau
Husnudzon merupakan perilaku terpuji yang harus dimiliki seorang muslim. Lawan
dari husnudzon adalah su’udzon atau buruk sangka.
Berburuk sangka merupakan
perilaku tercela yang akan mendatangkan mudarat, baik bagi pelakunya maupun
orang lain. Allah Swt. melarang berburuk sangka, sebagaimana firman-Nya dalam Q.S.
al-Hujurat/49: 12 :
“Wahai orang-orang yang
beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu
dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada
di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu
yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mai Tentu kamu merasa jijik. Dan
bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.”
(Q.S. al-Hujurat/49: 12)
Seseorang yang
membiasakan diri berbaik sangka akan memperoleh manfaat sebagai berikut:
Hidup menjadi tenang dan
optimis. Seseorang yang berbaik sangka kepada Allah akan senantiasa bersyukur
apabila mendapatkan kenikmatan dan bersabar apabila mendapatkan ujian serta
cobaan. Hal ini akan menjadikan hidupnya tenang dan penuh optimis.
Yakin bahwa terdapat
hikmah di balik segala penderitaan dan kegagalan
Membentuk pribadi yang
tangguh
Menjadikan seseorang
teguh pendirian sebab tidak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain
Menjadikan seseorang
kreatif
Menyebabkan seseorang
tidak mudah putus asa
Hubungan persahabatan dan
persaudaraan menjadi lebih baik
Terhindar dari penyesalan
dalam hubungan dengan sesama
Selalu senang dan bahagia
atas kebahagiaan orang lain
0 komentar:
Posting Komentar
Jangan lupa memberi sedikit komentar demi perkembangan bloger kami