. Tata
Krama.
Tata Krama merupakan norma – norma pergaulan yang berkaitan
dengan kebiasaan dalam bertindak maupun bertutur kata yang berlaku atau
disepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia setempat. Norma – norma
dalam pergaulan ini menjadi penting untuk dipahami agar terjalin hubungan yang
baik dan harmonis di dalam lingkungan pergaulan.
Tata Krama mengandung nilai – nilai yang berlaku khusus pada
daerah tertentu. Oleh karena itu, sangat mungkin tata karma satu daerah akan
berbeda dengan daerah lain. Meskipun demikian, maksud dan tujuan adanya tata
karma semuanya dalam rangka mewujudkan hubungan yang harmonis dan rasa tenteram
di dalam kehidupan bermasyarakat
Melalui tata karma, dimaksudkan agar seluruh lapisan anggota
masyarakat akan merasa nyaman. Dengan tata karma, orang yang lebih muda dapat
menghargai yang lebih tua, demikian sebaliknya, orang yang lebih tua dapat
menyayangi yang lebih muda. Rasa menghormati, menghargai dan
menyayangi tersebut kemudian tercermin dalam perilaku, penampilan
dan perkataan yang diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya : Ibnu Sarh berkata : Dari Nabi SAW, beliau
bersabda : Siapa yang tidak menyayangi orang yang kecil di antara kami dan
tidak mengerti hak orang yang lebih besar di antara kami, maka ia bukan dari
golongan kami” (H.R. Abu Dawud)
Dalam kehidupan sehari – hari, sering disebut etika. Etika
memiliki makna yang sama dengan tata karma. Etika artinya norma – norma, nilai
– nilai moral, kaidah – kaidah dan ukuran – ukuran bagi tingkah laku manusia
yang baik. Etika adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan
antar sesame. Pergaulan hidup di masyarakat harus berdasarkan etika dan tata
karma yang berlaku. Etika dan tata karma pergaulan ini harus dipegang teguh
supaya kepentingan setiap anggota masyarakat tidak terganggu. Terganggunya
kepentingan masyarakat ini akan memicu konflik bahkan perpecahan.
Tata karma atau etika dapat diterapkan dalam kehidupan sehari –
hari pada berbagai tempat dan situasi, seperti dalam bergaul di sekolah, di
rumah, di masyarakat, bahkan di media social. Secara lebih rinci, tata karma
meliputi tata karma dalam berkomunikasi lisan maupun tulisan, dalam bersikap
dan dalam berpakaian.
A. Tata Krama dalam Berkomunikasi Lisan.
Tata Krama dalam berkomunikasi lisan sangat penting untuk
diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Dalam berhubungan dengan orang lain,
hamper pasti melibatkan komunikasi lisan. Baik bertatap muka langsung, maupun
menggunakan alat komunikasi. Cara berkomunikasi lisan dapat menjadi cerminan
kepribadian seseorang. Tata karma dalam berkomunikasi lisan juga dapat
mempengaruhi suasana pergaulan. Berikut ini contoh – contoh tata karma dalam
berkomunikasi lisan
1.
Berbahasa
yang baik dan sopan, memilih kata – kata dan kalimat yang tepat dan menghindari
kata – kata yang kotor dan menyinggung perasaan lawan bicara.
2.
Ketika
berbicara dengan orang yang lebih tua atau yang dituakan, hendaknya menjaga
pandangan mata dengan cara agak sedikit ditundukkan. Demikian pula merendahklan
volume suara dari lisan kita.
3.
Di
beberapa daerah, berlaku ketentuan tidak boleh memposisikan diri lebih tinggi
dari lawan bicara.
4.
Memperhatikan
dan mengarahkan pandangan kepada lawan
bicara dengan sopan.
5.
Tidak
mendominasi pembicaraan, menjadi pendengar yang baik dengan memberi kesempatan
kepada lawan bicara untuk bicara.
6.
Tidak
memotong pembicaraan lawan bicara.
7.
Tidak
berbicara sambil berkacak pinggang atau menunjuk – nunjuk kearah lawan bicara.
8.
Ketika
dalam posisi bertiga, tidak berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh
salah satu orang dari mereka. Tidak boleh berbisik – bisik berdua tanpa
memperdulikan teman yang lain.
9.
Menghindari
bergurau yang berlebihan dan tertawa terbahak – bahak.
10.
Ketika
memulai berbicara dengan alat komunikasi, ucapkan salam, mengenalkan diri dan memastikan
bahwa lawan bicara adalah orang yang kita maksud. Pada saat pembicaraan akan
berakhir, maka mengucapkan terima kasih, menutup pembicaraan dan mengucap
salam.
. Tata Krama
Berkomunikasi di Media Sosial.
Sama halnya ketika berkomunikasi di dunia nyata,
berkomunikasi di dunia maya pun harus mengedepankan sopan santun dan tata
karma. Khususnya jika kita berkomunikasi dengan orang lain di jejaring social,
tata karma dalam hal apapun harus tetap diutamakan, seperti pada memasang
status atau tweet, chatting, posting foto, video, link, note : tagging, follow
/ add dan memilih profil picture. Tata karma di dunia maya dapat membuat
aktivitas social di dunia maya akan menjadi lebih nyaman karena adanya rasa
saling menghargai dan menghormati di antara pengguna layanan jejaring social.
Setiap pengguna layanan media social, mempunyai hak dan privasinya dan layak
untuk dihargai serta dihormati.
Oleh karenanya, pilihlah kata – kata dan kalimat yang
baik ketika menggunakan media social. Ketika mengunggah gambar / meme atau
sejenisnya. Pilihlah gambar / meme yang baik dan tidak menyinggung perasaan
orang lain.
C. Tata Krama
dalam Bersikap.
Tata Krama dalam bersikap juga sangat penting untuk
diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Bersikap menyangkut tata cara
menggunakan dan memposisikan bagian – bagian tubuh kita saat berinteraksi
dengan orang lain. Meskipun tidak menggunakan kata – kata, sikap yang kita
tunjukkan merupakan bahasa tubuh yang dapat ditangkap maknanya oleh orang lain.
1.
Secara
garis besar, bahasa tubuh terdiri atas bagaimana cara duduk, cara berdiri, cara
kita menggunakan kedua tangan dan kaki, serta apa yang kita lakukan ketika
berbicara dan berinteraksi dengan orang lain. Berikut ini merupakan beberapa
contoh bahasa tubuh yang perlu diperhatikan ketika berbicara atau berinteraksi
dengan orang lain.
2.
Jangan
silangkan kaki dan tangan.
3.
Lakukan
kontak mata dalam tempo singkat, jangan menatapnya berlama – lama.
4.
Buatlah
jarak antara kedua kaki agar menunjukkan bahwa kita dalam keadaan nyaman dan
percaya diri.
5.
Posisikan
bahu dalam keadaan santai. Hal ini untuk menunjukkan bahwa kita tidak dalam
kondisi tegang.
6.
Mengangguk
kecil ketika lawan bicara sedang berbicara. Hal ini menandakan bahwa kita
memang sedang mendengarkan dan memperhatikan.
7.
Tampakkan
muka berseri, tersenyum atau tertawa pada situasi dan kondisi yang tepat.
D. Tata Krama
dalam Berpakaian.
Fungsi berpakaian adalah untuk menutupi aurat dan untuk
memperindah jasmani manusia. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al –
A’raf/7:26
Artinya : “Wahai anak cucu Adam !. sesungguhnya Kami
telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu.
Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda –
tanda kekuasaan Allah, mudah – mudahan mereka ingat” (Q.S. al – A’raf/7:26).
Aurat merupakan bagian tubuh yang harus tertutup sehingga
terjaga dari pandangan orang lain. Aurat laki – laki dewasa adalah antara pusat
dan lutut, aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak
tangan. Dengan demikian, jika bagian tubuh yang merupakan aurat tersebut
tertutup oleh pakaian, akan terjaga dari pandangan orang – orang di sekitar,
serta terjaga dari gangguan yang tidak diinginkan karena dipicu oleh pandangan.
Tata Krama dalam berpakaian merupakan cara berpakaian
yang sesuai dengan aturan yang berlaku di masyarakat. Sebagai seorang muslim,
kita tentu harus berpakaian sesuai dengan ketentuan dalam ajaran Islam. Dengan
demikian, tata karma berpakaian dalam ajaran Islam adalah juga penutup aurat
dan untuk berhias guna memperindah tubuh. Adapun batasan berhias dapat dimaknai
sebagai cara berpakaian yang sesuai dengan aturan yang berlaku di masyarakat.
Aturan tersebut lebih mengarah pada nilai kesopanan, akhlak atau kebaikan budi
pekerti.
Berpakaian dan berhias merupakan keindahan tersendiri
bagi manusia. Allah SWT juga menyukai keindahan dan keserasian. Oleh karena
itu, Rasulullah selalu menganjurkan umatnya untuk selalu berpakaian dan berhias
dengan rapid an serasi sehingga enak dipandang.
Tata Krama mengandung manfaat yang sangat besar, sebagai
berikut :
a.
Membuat
seseorang disegani, dihormati, disenangi, bahkan dicintai oleh orang lain.
b.
Menjalin
hubungan baik dengan orang lain.
c.
Meningkatkan
kepercayaan diri dalam setiap situasi.
d.
Menciptakan
suasana yang nyaman dalam berbagai situasi, baik itu lingkungan keluarga,
pergaulan, maupun tempat dimana anda belajar atau bekerja.
2. Santun.
Santun adalah berkata lemah lembut serta bertingkah laku
halus dan baik. Kesantunan seseorang akan terlihat dari ucapan dan tingkah
lakunya. Ucapannya lemah lembut, tingkah lakunya halus serta menjaga perasaan
orang lain. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa santun mencakup dua hal, yakni
santun dalam ucapan dan santun dalam perbuatan. Allah SWT mencintai sikap
santun sebagaimana tertuang dalam hadist berikut :
Artinya : “Dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW, bersabda
kepada Al Asyaj Al Ashri : Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sikap yang
dicintai oleh Allah, yaitu Sifat Santun dan Malu” (H.R. Ibnu Majah).
Sopan santun menjadi sangat penting dalam pergaulan hidup
sehari – hari. Kita akan dihargai dan dihormati orang lain jika menunjukkan
sikap sopan santun. Orang lain merasa nyaman dengan kehadiran kita. Sebaliknya,
jika berperilaku tidak sopan, orang lain tak akan menghargai dan menghormati
kita. Orang yang memiliki sopan santun berarti mampu menempatkan dirinya dengan
tepat dalam berbagai keadaan. Sopan santun dapat diterapkan di mana saja dan
kapan saja. Karena sopan santun merupakan perwujudan cara kita dalam bersikap
yang terbaik.
Pergaulan sesame pelajar di sekolah akan harmonis dan
indah jika dihiasi sikap santun. Misalnya, menyapa teman dengan ucapan
“Assalamualaikum” sambil tersenyum, menghormati kakak kelas dan menyayangi adik
kelas dengan cara peduli kepada mereka, mematuhi tata tertib sekolah,
menghormati Bapak / Ibu Guru dan staf tata usaha, bertutur kata lemah lembut
kepada siapa saja serta menjaga perasaan warga sekolah dengan tidak menyakiti
hatinya. Jika perilaku tersebut kamu lakukan, sungguh akan tercipta kehidupan
sekolah yang aman, damai dan membahagiakan. Suasana belajar akan sangat
menyenangkan dan pada akhirnya prestasi kamu akan meningkat.
Seorang anak wajib menghormati dan menyayangi kedua orang
tua. Bentuk hormat dan sayang kita kepada orang tua, diantaranya dengan
bertutur kata santun kepada keduanya. Semua nasihat orang tua harus ditaati
sepenuh hati karena mereka telah merawat dan mendidik kita sejak kecil.
Terlebih seorang ibu, sungguh jasanya tak ternilai. Mulai dari mengandung,
melahirkan, merawat dan membesarkan anak – anaknya dengan penuh kasih sayang.
Demikian pula seorang ayah, bekerja keras mencari nafkah demi kelangsungan
hidup keluarga. Ingatlah, bahwa kerelaan atau rida Allah SWT adalah Rida orang
tua. Oleh karena itu, sikap santun harus kita tunjukkan untuk menghormati
keduanya.
Jika di rumah kamu memiliki pembantu , apakah ia juga
harus diperlakukan dengan santun? Seorang pembantu juga harus diperlakukan
dengan santun.
Sikap sopan dan santun juga harus di tunjukan dalam
pergaulan di masyarakat. Sebagai makhluk social, kita selalu membutuhkan orang
lain. Oleh karena itu, orang lain harus diperlakukan dengan baik. Orang lain
yang di maksud di sini adalah sahabat, teman, dan tetangga. Khusus terhadap
tetangga, Rasullulah Saw. Mengajarkan kepada kita untuk memuliakan mereka.
Ketika keluarga kita sedang kesusahan, tetanggalah yang akan membantu kita.
Kita hormati serta laksanakan hak dan kewajiban tetangga. Jangan kita sakiti
mereka dengan tingkah laku buruk dan perkataan kotor.
Allah SWT memerintahkan agar bertutur kata yang baik
kepada sesame manusia, sebagaimana firman Allah SWT. Q.S. al – Baqarah/2:83
Artinya : “Dan (ingatlah) ketika kami mengambil janji
dari bani Israil, “janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah
kepada orang tua, kerabat, anak- anak yatim, dan orang- orang miskin. Dan
bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat dan tunaikanlah
zakat. “tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil
dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. “ (Q.S. al-Baqarah/ 2: 83).
Melalui ayat tersebut, Allah swt. Memerintahkan kepada kita untuk bertutur kata
yang baik kepada manusia. Teman, kerabat, keluarga, Bapak/ Ibu Guru, dan orang
tua wajib diperlakukan dengan baik. Berkata dan berperilaku santun kepada
mereka akan membuat harga diri kita meningkat. Kita akan dihargai dan dihormati
ketika kita juga menghormati orang lain. Ibarat sedang bercermin, ketika kita
tersenyum, bayangan yang ada di cermin akan tersenyum kepada kita. Sebaliknya,
kalau kita cemberut, bayangan yang ada di cermin juga akan cemberut kepada
kita. Sejatinya, kalau kita bersikap baik kepada orang lain, sesungguhnya
perbuatan baik itu akan kembali kepada diri kita sendiri. Sebaliknya, ketika
kita bersikap buruk kepada orang lain, sesungguhnya perbuatan itu akan kembali
kepada diri sendiri.
Banyak peristiwa perkelahian dipicu oleh perkataan kotor
dan saling menghina. Jika ada orang mengejek dan menghina kita, sebaiknya kita
menahan diri. Kita sikapi dengan bijaksana, sabar dan penuh kehati – hatian.
Jika kita terpancing oleh amarah, kita akan rugi. Hidup menjadi tidak nyaman,
khawatir dan gelisah akan menghampiri kita.
Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari sikap santun, di
antaranya sebagai berikut :
a.
Mudah
diterima oleh orang lain. Sikap santun akan menjadikan seseorang disenangi
orang lain sehingga mudah diterima oleh orang lain.
b.
Menunjang
kesuksesan. Banyak pengusaha sukses ditunjang oleh sikap santun yang
ditunjukannya. Pembeli, pelanggan, karyawan dan rekan sejawat akan senang
bergaul dengannya. Relasinya bertambah banyak sehingga akan menambah
kesuksesannya.
c.
Dicintai
Allah SWT dan Rasul – Nya. Allah SWT mencintai hamba – Nya yang memiliki sikap
santun. Rasulullah SAW juga demikian, bahkan beliau juga memiliki sikap lemah
lembut dan santun yang luar biasa.
3. Malu
Malu adalah menahan diri dari perbuatan jelek, kotor,
tercela dan hina. Sifat malu itu terkadang merupakan sifat bawaan dan juga bisa
merupakan hasil latihan. Namun demikian, untuk menumbuhkan rasa melu, perlu
usaha, niat, ilmu serta pembiasaan. Rasa malu merupakan bagian dari iman karena
dapat mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan dan mencegahnya dari kemaksiatan.
Mari kita perhatikan hadits berikut ini :
Artinya : Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau
bersabda : “Iman adalah pokoknya, cabangnya ada tujuh puluh lebih dan malu
termasuk cabangnya iman” (H.R. Muslim)
Hadits tersebut menegaskan bahwa malu merupakan salah
satu cabang iman. Seseorang malu untuk mencuri jika ia beriman, malu berdusta
jika ia beriman. Seorang wanita malu membuka atau menunjukkan auratnya jika ia
beriman. Jika sifat malu berkurang dan mulai luntur, pertahanan diri dalam
menghadapi godaan nafsu mulai menipis. Malu merupakan salah satu benteng
pertahanan seseorang dalam menghindari perbuatan maksiat. Malu juga merupakan
factor pendorong bagi seseorang untuk melakukan kebaikan.
Selama rasa malu masih terpelihara dengan baik, seseorang
akan hidup dalam kebaikan. Ia akan memiliki kekuatan dalam berbuat kebaikan dan
menolak kemaksiatan. Seorang pejabat yang memiliki rasa malu akan melaksanakan
tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan bebas dari korupsi. Seorang pelajar
akan percaya diri dalam mengerjakan soal ulangan tanpa menyontek karena
didasari rasa malu. Seorang pedagang akan malu berbuat curang karena merasa
dilihat Allah SWT. Seorang polisi akan malu menerima suap dari pelanggar rambu
lalu lintas. Aparat penegak hokum seperti hakim dan jaksa akan malu menerima
suap dari tersangka karena ia takut azab dari Allah SWT. Seorang pria dan
wanita akan berpakaian menutup aurat karena menjaga harga diri dan
kehormatannya. Mereka semua terhindar dari perbuatan dosa dan maksiat karena
adanya rasa malu dalam diri mereka.
Sebaliknya, apabila seseorang tidak lagi memiliki rasa
malu, ia akan hidup dalam keburukan. Begitu hilang rasa malunya, hilang pula
kepribadiannya sebagai seorang muslim. Ia akan terbiasa berbuat dosa, baik
sembunyi – sembunyi maupun terang – terangan. Jika seorang pria maupun wanita
tidak punya rasa malu, ia akan mengumbar auratnya. Seorang pejabat yang tidak
punya rasa malu akan menggunakan kekuasaannya untuk menindas rakyat guna
memperkaya diri. Seorang pedagang yang tidak punya rasa malu akan membohongi
pembelinya, barang jelek dikatakan bagus, barang murah dikatakan mahal. Jika
seorang pelajar tidak punya sifat malu, ia dengan mudahnya berkata kotor,
menyontek, memperolok – olok teman sendiri. Sungguh, dengan tidak adanya rasa
malu, bencana moral dan kerusakan akhlak akan merajalela.
Wahai generasi muda Islam yang cerdas, ketahuilah bahwa
malu bukan berarti tidak percaya diri, minder atau merasa rendah diri.
Misalnya, seseorang malu berjilbab karena takut diejek teman – temannya atau
malu karena mendapat giliran maju presentasi di depan kelas. Terhadap hal – hal
yang baik dan positif, kamu tidak boleh malu. Malu seperti itu tidaklah tepat.
Rasa malu haruslah dilandasi karena Allah SWT, bukan karena selain – Nya. Pada
saat kita malu berbuat sesuatu, tanyalah kepada hati kita : “Apakah malu ini
karena Allah SWT atau bukan ?. Jika bukan karena Allah SWT, bisa jadi hal itu
adalah sifat malas, minder atau rendah diri. Sifat malas, minder atau rendah
diri merupakan perilaku tercela yang harus dihindari.
Tahukan kamu dari mana sebenarnya sumber rasa malu ?.
malu berasal dari keimanan dan pengakuan akan keagungan Allah SWT. Rasa malu
akan muncul jika kita beriman dan menghayati betul bahwa Allah SWT itu Maha
Kuasa atas segala sesuatu. Allah SWT Maha Melihat, Maha Mengetahui dan Maha
Mendengar. Tidak ada yang bisa kita sembunyikan dari Allah SWT. Semua aktivitas
badan, pikiran dan hati kita semua diketahui oleh Allah SWT.
Ada beberapa manfaat dari sifat malu, diantaranya sebagai
berikut :
a.
Mencegah
dari perbuatan tercela. Seorang yang memiliki sifat malu akan berusaha sekuat
tenaga menghindari perbuatan tercela, sebab ia takut kepada Allah SWT.
b.
Mendorong
berbuat kebaikan. Rasa malu kepada Allah SWT akan mendorong seseorang berbuat
kebaikan. Sebab ia tahu bahwa setiap perbuatan manusia akan dibalas oleh Allah
SWT di akhirat kelak.
c.
Mengantarkan
seseorang menuju jalan yang diridai Allah SWT. Orang – orang yang memiliki rasa
malu akan senantiasa melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan –
Nya.
0 komentar:
Posting Komentar
Jangan lupa memberi sedikit komentar demi perkembangan bloger kami