Sujud syukur
Pengertian
Syukur artinya berterima kasih kepasa Allah Swt.
Sujud syukur artinya sujud yang dilakukan ketika seseorang memperoleh
kenikmatan dari Allah atau telah terhindar dari bahaya.
Untuk mengungkapkan syukur seringnya kita
hanya mengucapkan kata 'alhamdulillah'.
Ternyata di samping dengan mengucapkan
hamdalah, kita juga diajarkan cara lain untuk mengungkapkan rasa syukur
tersebut.
Cara lain yang dimaksud adalah dengan sujud
syukur.
Ketika melakukan sujud syukur, ekspresi sykur
itu tidak hanya terucap dalam lisan saja, namun juga dalam bentuk berupa
tindakan sujud.
Dasar Hukum
Sungguh indah ajaran yang dicontohkan oleh Nabi
Muhammad saw kepada kita.
Adapun
hukum melakukan sujud syukur adalah sunnah sebagaimana hadis Rasulullah
berikut.
Artinya:
"Dari Abu Bakrah, "Sesungguhnya
apabila datang kepada Nabi saw. sesuatu yang menggembirakan atau kabar suka,
beliau langsung sujud bersyukur kepada Allah." (H.R. Abu Dawud dan
Tirmizi)
Sebab-sebab melaksanakan sujud syukur adalah:
1. Mendapatkan nikmat dari
Allah Swt
Apabila kita mendapatkan nikmat atau baru saja kita
mendapatkan kabar yang menggembirakan, seketika itu juga ia melakukan sujud
syukur tanpa menunda-nunda lagi.
2. Terhindar dari bahaya
(kesusahan yang besar)
Apabila kita terhindar dari bahaya atau bencana yang ketika
itu terjadi, maka segeralah untuk melakukan sujud syukur tanpa menunda-nundanya
lagi. Misalnya, ketika terjadi gempa bumi, seisi rumah ternyata dapat
menyelamatkan diri semua. Maka saat itu disunahkan untuk melakukan sujud syukur.
Tata cara sujud syukur
Tata cara sujud syukur cukup mudah untuk
dipraktikan dan dilaksanakan. Adapun tata caranya adalah sebagai berikut:
1.
Menghadap kiblat
2.
Niat untuk sujud syukur
3.
Sujud seperti sujud dalam salat dengan membaca
do'a sebagai berikut
Artinya:
"Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah,
Allah Mahabesar, dan tida kekuatan serta daya upaya kecuali atas ijin Allah
Yang Mahatinggi dan Mahaagung."
Hikmah Sujud Syukur
Hikmah
melakukan sujud syukur, sebagai berikut:
- Orang yang mendapatkan nikmat dan
kelebihan kalau tidak berhati-hati dapat lupa diri sehingga menjadi angkuh
atau sombong. Orang yang melakukan sujud syukur akan terhindar dari sifat
sombong atau angkuh tersebut.
- Memperoleh kepuasan batin berkaitan dengan
anugerah yang diterima dari Allah Swt
- Merasa dekat dengan Allah sehingga
memperoleh bimbingan dan hidayah-Nya
- Memperoleh tambahan nikmat dari Allah Swt
dan selamat dari siksa-Nya
Sujud Sahwi
Pengertian
Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan karena
lupa atau ragu-ragu di dalam salat. Sujudnya dua kali dan dilakukan setelah
membaca tahiyat akhir sebelum salam
Adapun hukum melakukan sujud sahwi adalah
sunnah sebagaimana hadis Rasulullah saw sebagai berikut:
Artinya:
"Dari Abu Sa'id Al Khudri, Nabi saw bersabda, "Apabila salah seorang
di antara kamu ragu dalam salat, apakah ia sudah mengerjakan tiga atau empat
rakaat, maka hendaklah dihilangkan keraguan itu, dan diteruskan salatnya
menurut yang diyakini, kemudian hendaklah sujud dua kali sebelum salam."
(HR. Ahmad dan Muslim)
Sebab-sebab orang yang salat melakukan sujud
sahwi adalah:
Lupa meninggalkan salah satu rukun salat seperti lupa melakukan rukuk, iktidal,
atau sujud
1.
Lupa atau ragu jumlah rakaat
2.
Lupa membaca doa qunut (bagi yang membiasakan
qunut)
3.
Lupa melakukan tasyahud awal
4.
Kelebihan atau kekurangan dalam jumlah rakaat
Dalam kasus rakaat kurang, apabila pada saat salat ada yang mengingatkan bahwa
rakaat salat kita kurang, maka harus segera berdiri takbir, dan melengkapi
jumlah rakaat baru kemudian melakukan sujud sahwi
Cara
melakukan sujud sahwi sebagai berikut:
Sujud sahwi dilaksanakan sebelum salam apabila
orang yang sedang salat lupa akan bilangan salat yang sedang dikerjakan atau
lupa tidak melakukan tahiyat awal dan kita baru ingat sebelum dia salam.
1. Setelah selesai membaca tahiyat akhir,
langsung sujud lagi dengan membaca:
Artinya: "Maha Suci
Allah yang tidak tidur dan lupa"
2. Bangun dari sujud disertai dengan
mengucapkan takbir
3. Kemudian duduk sebentar lalu takbir dan
dilanjutkan sujud lagi dengan doa yang sama dengan sujud pertama
4. Duduk kembali dan diakhiri dengan salam
HIKMAH SUJUD SAHWI
- Manusia tidak boleh berperilaku sombong dan angkuh
karena manusia adalah tempat salah dan lupa.
- Yang tidak pernah lupa adalah Allah Swt. Orang yang
berbuat salah, khilaf, dan lupa harus sgera memohon ampun kepada Allah
dengan membaca istighfar.
- Demikian halnya ketika kita bersalah dengan orang tua,
guru maupun teman harus segera meminta maaf kepada mereka.
- Hikmah berikutnya adalah kita diajarkan untuk bisa
memahami bahwa orang lain juga bisa salah.
- Jika orang tersebut mengakui kesalahannya dan meminta
maaf, maka sebagai umat Islam diajarkan untuk segera memberi maaf.
- Ingatkah bahwa sifat takabur itu bisa terjangkit
kepada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.
SUJUD TILAWAH
Sujud Tilawah adalah sujud satu
kali yang dikerjakan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah dalam Al
Qur’an. Sujud ini dikerjakan diluar salat atau di dalam shalat. Jumlah ayat
sajdah dalam Al Qur’an adalah 15 ayat.
Adapun tata caranya adalah:
a. Dalam
shalat
“Ketika sampai pada
ayat-ayat sajdah, maka langsung sujud 1 kali dengan membaca doa sujud tilawah.
Kemudian kembali keposisi semula dan meneruskan bacaan shalatnya.“
b. Di
luar shalat
“Ketika mendengar atau membaca
ayat sajdah, kemudian niat dalam hati, hbertakbir, kemudian sujud, setelah itu
bangkit dari sujud dengan membaca takbir kemudian melanjutkan kembali bacaannya
jika masih ada.
Adapun lafadz sujud tilawah
adalah :
§
HIKMAH SUJUD SYUKUR, SAHWI DAN TILAWAH
1. Dengan
sujud syukur kita senantiasa mendapatkan tambahan rezki dari Allah dan
dijauhkan dari adzab atau siksa Allah swt
2. Dengan
sujud Sahwi, kita senantiasa menyadari bahwa manusia tempat lalai/lupa dan
sebaik-baik orang yang lalai adalah yang mau menyadari kesalahannya dan mau
memperbaikinya karena hanyalah Allah yang tidak pernah lupa.
3. Dengan sujud tilawah, diharapkan kita senantaisa tunduk dan tawaddu’ (rendah hati) terhadap Allah maupun sesama manusia, dan kita dijauhkan dari sifat sombong seperti sombongnya Qorun dan Raja Fir’aun
0 komentar:
Posting Komentar
Jangan lupa memberi sedikit komentar demi perkembangan bloger kami