Bismillah,
Manusia seringkali berpikir dan bertindak ngawur. Terlebih jika mereka tidak menggunakan agama sebagai petunjuk dan lebih mengedepakan dan menuhankan hawa nafsunya.
Bank ASI merupakan salah satu hal yg mempunyai potensi untuk disalahgunakan oleh manusia.
Sebelumnya, mari kita lihat dulu apa yg dimaksud dengan bank ASI (Air Susu Ibu).
Bank ASI adalah tempat untuk menyimpan air susu ibu. Pendirian bank ini sebenarnya ditujukan untuk menyimpan air susu ibu yg diproduksi berlebih, sehingga apabila satu waktu nanti sang ibu mengalami kesulitan memberi susu untuk bayinya, maka dia bisa mengambil air susunya di bank ASI lalu menyusukannya ke anaknya.
Lalu, apakah boleh ASI dari ibu A diberikan untuk anak ibu B? Hal ini dikarenakan ibu B mengalami kesulitan untuk memberi ASI, sementara pemberian susu formula masih dirasa terlalu mahal.
Untuk kasus seperti ini, harap diingat dan dibaca lagi artikel saya, mengenai saudara sepersusuan.
Di sana saya sudah tuliskan cukup rinci, bahwa jika hendak memberikan ASI kepada bayi lain, terutama jika untuk jangka waktu cukup lama (minimal 3x pemberian ASI dan cukup mengenyangkan serta di bawah 2 tahun) maka mesti diperhatikan garis keturunan. Hal ini dikarenakan jika anak ibu B diberi asi ibu A (sedikitnya) 3x dan mengenyangkan, maka anak ibu A dan anak ibu B menjadi saudara sepersusuan. Itu artinya mereka MAHRAM DAN HARAM DINIKAHKAN!
Cukup jelas bukan aturan mainnya?
Sayangnya, niat baik pendirian bank ASI ini disalahgunakan oleh beberapa orang yg keblinger. Ada orang2 yg membuat ES KRIM TERBUAT DARI AIR SUSU IBU! Sekilas sah2 saja pembuatan es krim dari ASI. Tapi jika es krim ini dikonsumsi oleh anak kecil (di bawah 2 tahun) dan dia mengonsumsi (setidaknya) 3x berturut-turut hingga kenyang, maka (seperti saya tulis di atas) dia akan menjadi saudara sepersusuan dg anak dari ibu yg ASI-nya dibuat es krim.
Masalahnya, saya yakin, para produsen ini tidak akan mempedulikan masalah ini. Efeknya? Terjadi kekacauan garis keturunan! Bisa dibayangkan di masa mendatang, jika es krim ini diperdagangkan secara bebas, terutama di Indonesia, akan banyak terjadi pernikahan sesama saudara sepersusuan, yg notabene dilarang agama!
Saya yakin, jika hal ini terjadi, kekacauan (generasi) yg lebih dahsyat akan menimpa Indonesia. Naudzubillah min dzalik!
Kesimpulan:
- bank ASI boleh selama aturannya diperhatikan
- jika ada bayi lain hendak menyusu dg susu dari bank ASI, maka mesti diperhatikan nasab/garis keturunannya
Berbagi artikel ini4849
Belum ada komentar
March 26, 2011
Hukum Membuat Baju Yang Ada Ayat Al Qur’an
Masuk Kategori: Tarbiyah, Aqidah, Fiqh, Seri Kesalahan2, Lain-lain
Bismillah,
Artikel ini berawal dari sebuah sms yg masuk ke inbox saya. Isi sms-nya lebih kurang menanyakan, bagaimana hukumnya membuat baju yg ada tulisan/ayat Al Qur’an?
Sebuah pertanyaan yg menarik, terlebih sang penanya, mas Febri, adalah seorang pengusaha pakaian yg bernuansa Islam. Nampak sekali beliau sangat berhati-hati dalam menjalankan usahanya.
Berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya, tidak ada hukum ‘resmi’ yg dikeluarkan oleh para ulama mengenai hal ini. Namun jika merujuk ke beberapa contoh yg saya ketahui, boleh-boleh saja membuat baju yg ada ayat Al Qur’an. Hanya saja, meski hal ini boleh tapi ada beberapa hal yg mesti diperhatikan:
1. Pastikan kualitas tulisannya cukup baik.
Hal ini perlu diperhatikan dg baik, karena jika terjadi ‘kerusakan’ pada ayat yg ditulis, terlebih dalam tulisan Arab, maka bisa terjadi perubahan arti. Katakanlah ada ayat yg mengandung huruf tsa’. Seperti kita ketahui, ada 3 titik pada huruf tsa’. Jika ada 1 titik yg terhapus (entah karena cucian ataupun sebab lain) otomatis huruf tsa’ tersebut akan berubah menjadi huruf ta’. Dan ini jelas akan menimbulkan salah ayat dan makna!
2. Berhati-hati saat mencuci.
Poin ini ada kaitannya dengan poin 1 di atas. Kecerobohan dalam mencuci bisa ‘mengganti’ huruf (walau tidak sengaja).
3. Penggunaan baju itu sendiri.
Jika baju sering dipakai, terlebih ke tempat2 yg berdebu/kotor, otomatis akan ‘mengotori’ ayat Al Qur’an yg dicetak di baju tersebut. Secara tidak langsung, menurut saya, ini berarti mengotori ayat2 Al Qur’an (secara fisik). Bagaimana jika ada najis yg menempel? Kini, mari kita tanya ke diri kita, relakah kita jika ayat2 Al Qur’an tersebut kotor?
4. Baju usang.
Katakanlah baju tersebut dipakai dan dirawat dg baik. Jika dia usang, apa yg akan kita lakukan? Menjadikannya lap pel? Atau menjadi lap utk cuci kendaraan? Masya ALLOH. Bisa jadi hal tersebut terjadi, terutama jika pembantu/orang tersebut tidak mengerti.
Saya sebenarnya sangat mendukung jika ada baju yg bertuliskan ayat Al Qur’an. Dengan demikian, kita melakukan dakwah (secara ayat) kepada orang lain. Namun, mengingat poin2 di atas, terutama poin 3, saya merasa tidak sreg.
Hal yg sama berlaku utk hadits.
Jika ayat tersebut ditulis dalam bahasa Indonesia (terjemahan ayat), menurut saya masih bisa ditolerir, insya ALLOH, selama masih merujuk kepada poin2 di atas.
Semoga artikel ini bermanfaat.
Berbagi artikel ini4849
Sejumlah (2)komentar di artikel ini
March 17, 2011
Jangan Menyingkat Sembarangan
Masuk Kategori: HOT NEWS, Fiqh, Hikmah, Seri Kesalahan2, Lain-lain
Bismillah,
Sudah sekitar 1-2 tahun belakangan ini, saya melihat ada satu trend di kalangan pengguna internet, entah itu twitter, plurk, facebook, ataupun aplikasi media sosial lainnya, yg menurut saya menjurus ke hal yg kurang baik. Menjurus ke kurang baik, karena dampaknya yg terkesan menyepelekan agama (Islam).
Trend tersebut adalah menyingkat beberapa istilah:
- masya ALLOH menjadi masaolo, mataolo, matolo, masolo atau sejenisnya
- astaghfirullah menjadi astapilo
- astaghfirullah al adzim menjadi astajim
- assalamu’alaykum menjadi ass
- singkatan2 lainnya
Menurut saya, jika memang tidak niat utk menuliskan secara benar, lebih baik tidak usah menyingkat istilah2 tersebut yg pada akhirnya malah berkesan guyonan dan olok2 semata. Apalagi penyingkatan salam, dari assalamu’alaykum menjadi ass, menurut hemat saya, sangatlah tidak beradab! Sebuah doa (yg begitu indah) tiba2 dirusak menjadi sebuah kata yg menunjukkan bagian tubuh yg kurang sopan. Bayangkan saja, “Salam sejahtera” berubah menjadi “pantat”, apa pantas?
Menyingkat suatu istilah hendaknya diupayakan ’sedekat’ mungkin makna ataupun tulisannya. Penulisan aslkm atau salaam itu lebih baik.
Saya pernah baca, masih ada perdebatan utk penulisan SAW, SWT, RA. Ada ulama yg MEWAJIBKAN menuliskan secara utuh. Dengan kata lain ALLOH SWT mesti ditulis sebagai ALLOH SUBHANALLOHUWATA’ALA, ataupun Rasululloh SAW menjadi Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Saya sendiri berasumsi bahwa SAW, SWT, dan RA sebenarnya sudah dimengerti maknanya. Seperti halnya jika kita menulis Bdg, Jkt, Sby, maka kita akan langsung mengerti bahwa yg dimaksud dari tulisan itu adalah Bandung, Jakarta, dan Surabaya.
Hanya saja, terus terang, saya belum menemukan rujukan yg shahih mengenai dibolehkannya penyingkatan tulisan SAW, SWT, dan RA. Sementara, jika saya melihat beberapa hadits (yg ditulis dalam bahasa Arab) hampir semuanya menuliskan SAW secara lengkap.
Kesimpulannya:
- jangan menyingkat sembarangan!
- untuk SAW, SWT, RA, saya akan upayakan untuk menulis secara lengkap,kecuali jika terlupa insya ALLOH akan ada nilai tambah jika kita tulis secara lengkap
- penulisan Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan ucapan shalawat kepada Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yg insya ALLOH, akan membantu kita mendapat syafa’at dari beliau kelak
Berbagi artikel ini4849
Sejumlah (3)komentar di artikel ini
January 25, 2011
Penyusupan Misi Kaum Kristen - Idul Adha
Masuk Kategori: Aqidah, HOT NEWS, Fiqh, Seri Kesalahan2, Dari Inboxku, Lain-lain
Bismillah,
Sebuah informasi yg cukup mengejutkan (meski saya sendiri sebenarnya tidak terlalu kaget) saya terima beberapa hari lalu, usai saya berbincang-bincang (via ym) dengan salah seorang saudara seiman dan pembaca setia blog ini. Informasi tersebut adalah kian gencarnya kristenisasi yg dilakukan kepada kaum muslim. Dan tidak tanggung-tanggung, para zending itu memutar balikkan fakta dan ayat Al Qur’an untuk kepentingan mereka.
Untuk lebih lengkapnya, saya sertakan infonya berikut ini:
Dalam artikel kristenisasi berjudul “Rahasia Berkah Idul Adha,” para misionaris yang menamakan diri komunitas “Isa & Islam” mencatut ayat-ayat Al-Qur’an tentang qurban untuk menyusupkan doktrin Kristen kepada umat Islam. Bahkan ayat populer tentang qurban yang selalu dibaca oleh para mubaligh pada hari raya Idul Adha, diperalat untuk menjajakan doktrin Kristen. Berikut kutipannya:
“Mengenai peringatan hari raya Idul Adha, Al-Quran mencatat sebuah ayat yang menarik. Ayat ini tentang pengurbanan Nabi Ibrahim AS. Ia mengurbankan seekor domba jantan sebagai pengganti anak lelaki yang disayanginya: “Kami tebusi anaknya itu sembelihan yang besar (seekor kambing/domba).” (QS 37:107).
“Sembelihan besar” ini adalah sebuah simbol yang melambangkan keagungan. “Sembelihan besar” menjadi alat penebusan Allah bagi anak lelaki Ibrahim…
Kurban seperti apakah yang layak menggantikan kita di hadapan Allah? Kurban yang layak menggantikan kita di hadapan Allah haruslah lebih tinggi dari seekor hewan. Karena Allah hanya menerima ketakwaan yang hanya dimiliki oleh manusia, maka kurban yang dapat diterima Allah hanyalah kurban seorang manusia…
Kurban yang dapat diterima Allah adalah kurban seorang manusia yang suci dan tanpa dosa. Isa Al-Masih satu-satunya yang dapat menjadi kurban ‘kurban besar’. Karena Dia suci, datang ke dunia dengan cara ajaib, dikirim Allah dan kematian-Nya memberikan hidup kepada manusia sebagai tebusannya.
Jelas, Isa Al-Masih mengorbankan diri-Nya bagi seluruh manusia termasuk Saudara. Hari ini, dengan menerima Isa Al-Masih sebagai juruselamat, Saudara dapat menikmati hidup yang kekal.”
Membaca pernyataan di atas membuat saya tersenyum sendiri. Pemaksaan penafsiran yg dilakukan oleh beberapa orang Kristen terhadap hari raya Idul Adha justru memperlihatkan bahwa para penginjil menggunakan berbagai cara demi mengubah keyakinan kaum muslim.
Saya sendiri yakin kaum muslim yg pernah belajar agama tidak akan mudah menerima informasi di atas, karena mereka sudah diajarkan beberapa hal:
1. Nabi Isa as (Yesus menurut orang Kristen) tidaklah disalib, jadi bagi kaum muslim tidak ada yg namanya pengorbanan
2. Nabi Isa as (Yesus menurut orang Kristen) juga BUKAN TUHAN
3. Tidak ada kaitan ibadah kurban dengan peristiwa penyaliban
Semoga kita lebih hati2 dengan hal2 seperti ini. Marilah kita ajarkan dan tanamkan agama Islam yg benar kepada lingkungan kita.
Berbagi artikel ini4849
Sejumlah (3)komentar di artikel ini
January 19, 2011
Islam Dan Zodiak
Masuk Kategori: Aqidah, HOT NEWS, Fiqh, Ensiklopedia Islam, Seri Kesalahan2, Lain-lain
Bismillah,
Belakangan ini saya banyak membaca berita terkait adanya perubahan dalam penentuan zodiak (astrologi). Selain berita, saya sempat juga membaca komentar2 lucu (menyedihkan?) terkait hal tersebut, terutama dari orang2 yg ‘kesal’ karena zodiaknya berubah.
Sebelum membahas lebih lanjut, saya ingin menyegarkan ulang ingatan kita mengenai zodiak.
Zodiak adalah ilmu ‘perbintangan’ (astrologi) yg mempunyai arti siklus hewan (silakan cek ke Wiki). Zodiak disusun berdasar ilmu perbintangan (astronomi) dengan beberapa ketentuan, terutama peredaran garis edar matahari. (Hampir) Bisa dikatakan penggolongan zodiak nyaris serupa dengan kalender dengan beberapa sifat yg berbeda, terutama tanggal awal dan akhir sebuah zodiak.
Di kalangan generasi muda, zodiak merupakan sebuah hiburan, meski tidak sedikit yg menganggap serius bahkan terkadang malah sangat di-fanatik-kan. Mereka begitu percaya dg RAMALAN yg ‘dikatakan’ oleh zodiak mereka di hari itu. Tidak heran jika zodiak menjadi sebuah artikel yg ‘wajib’ ada di majalah2 remaja.
Sayangnya, banyak generasi muda (bahkan orang tua juga) yg tidak tahu bahwa mempercayai zodiak adalah sebuah dosa. Hal ini dikarenakan percaya dg ucapan/tulisan (apapun itu) dari zodiak artinya kita percaya nasib/masa depan kita ada di tangan zodiak. Hal ini sama halnya dengan percaya terhadap ramalan/ucapan dukun/peramal/paranormal. Padahal, sebagai muslim, kita hanya boleh percaya bahwa ALLOH SWT saja yg berhak (dan tahu) masa depan serta nasib kita.
Bisa dikatakan, percaya zodiak termasuk ke dosa syirik, menyekutukan ALLOH SWT. Padahal ALLOH SWT jelas2 melarang dan menggolongkan syirik sebagai salah satu dosa besar kepada-Nya. “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman(31):13)
Rasululloh SAW juga bersabda sebagai berikut, diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud berkata : Aku bertanya kepada Rasululloh SAW,”Dosa apa yang paling besar?’ beliau saw menjawab,’Engkau menjadikan tandingan terhadap ALLOH SWT padahal Dial ah yang telah menciptakanmu.’….” (Muttafaq Alaihi)
Para musuh Islam menggunakan zodiak sebagai sarana utk menghancurkan kaum muslim, terutama dg strategi Ghazwul Fikri-nya. Dengan cara yg sangat halus dan tidak kentara, perlahan-lahan para generasi muda Islam digiring utk mempercayai dan mempertaruhkan nasib dan masa depannya ke hal selain ALLOH SWT.
Saya pernah menuliskan beberapa hal yg menyebabkan kita jatuh ke jurang kemusyrikan.
Beberapa orang beralasan bahwa tulisan/ucapan dari zodiak ada benarnya dan mereka sendiri cenderung mengambil hal2 positifnya. Saya katakan bahwa jika memang zodiak itu benar, itu adalah sebuah kebetulan. Saya yakin banyak dari ramalan zodiak itu yg tidak sesuai dan bahkan ngawur. Sementara jika tujuannya mengambil hal2 positif, masih banyak cara lain yg lebih masuk akal. Misalnya diskusi/ngobrol dengan orang2 yg sukses/berhasil di bidangnya. Bukan dengan cara yg tdk masuk akal, percaya dg apa2 yg diucapkan/dituliskan sesuatu yg tidak jelas.
Intinya: TIDAK PERLU DAN JANGAN PERCAYA DENGAN ZODIAK.
Semoga kita semua terlindungi dari hal2 yg berbau syirik. Aamiin.
Berbagi artikel ini4849
Telah ada (1) komentar
December 31, 2010
Ketika Sunnah Rasululloh SAW Disingkirkan
Masuk Kategori: Aqidah, HOT NEWS, Kajian Qur'an, Fiqh, Ensiklopedia Islam, Seri Kesalahan2, Lain-lain
Bismillah,
Saya sempat menulis beberapa artikel mengenai sunnah, termasuk sunnah Rasul tiap malam Jum’at. Sunnah, seperti yg disepakati mayoritas ulama terutama kaum Sunni (Sunnah Wal Jama’ah), menempati peringkat kedua dalam sumber hukum di Islam setelah Al Qur’an.
Sunnah, dalam banyak kasus ibadah, memberikan penjelasan yg lebih rinci dari yg telah disebut di Al Qur’an. Dengan kata lain, Sunnah adalah Juklak (petunjuk pelaksanaan) dari petunjuk teknis yg ditulis dalam Al Qur’an.
Kita tahu gerakan sholat, waktu sholat, lalu cara berqurban, berhaji, semuanya dari sunnah. Ini menunjukkan bahwa kedudukan sunnah sangatlah vital, karena tanpa mengikuti sunnah, maka dipastikan kaum muslim akan mempunyai tata cara ibadah yg berbeda-beda, bisa disesuaikan dengan keinginannya. Tidak heran kita sempat temui ada kasus sholat dua bahasa, lalu ibadah haji cukup pergi ke sebuah daerah di Sulawesi Selatan karena dianggap mempunyai nilai yg sama, dan berbagai kasus lainnya.
Sayangnya, setan mempunyai sifat yg gigih untuk menyesatkan manusia. Salah satunya adalah dengan menghilangkan/menyingkirkan serta tidak mengakui sunnah yg dibawa Rasululloh SAW. Bahkan, lebih parahnya lagi, mereka cenderung mengambil Al Qur’an saja sebagai patokan dan sumber hukum.
Hal ini yg saya temui di sebuah situs, yakni http://allah-semata.org/. Saya dapatkan alamatnya dari salah seorang teman saya, mas Ichsan. Dari beberapa artikelnya, saya dengan cepat bisa menemukan bahwa situs ini adalah pendukung (jika bukan penyebar) aliran ingkar sunnah.
Mari kita bedah beberapa di antaranya:
- Mempermasalahkan pengucapan Aamiin
Pemilik situs ini menganggap ucapan aamiin tidaklah penting karena tidak disebutkan/dituliskan di Al Qur’an, terutama di akhir surat Al Fatihah. Padahal, aamiin tidak hanya diucapkan usai Al Fatihah, namun juga pada saat berdoa (berjama’ah). Dan seperti saya tulis di atas, mereka mengabaikan dan tidak menganggap penting hadits yg mendukung ucapan aamiin ini. Malah mengaitkan dengan paganisme (pemujaan berhala).
- Sholat Enam Waktu
Inipun adalah hal yg menggelikan. Mereka menafsirkan bahwa sholat itu 6 (ENAM) kali dalam sehari, bukan 5 (LIMA) kali seperti yg dicontohkan Rasululloh SAW. Cara mereka menafsirkan juga membuat saya bertanya-tanya, karena dilakukan dg serampangan. Mereka menolak mentah-mentah sholat jama’. Lebih lucunya lagi, mereka beranggapan sholat BOLEH dimulai bukan dg ALLOHU AKBAR (takbir) tapi juga boleh dengan Ar Rahman atau nama ALLOH (Asmaul Husna) sebagaimana saya kutip sebagai berikut: “Menyeru dengan nama Allah (al asmaaul husna) Allahu akbar atau Ar rahman atau lainnya (20:8).”
- Wudhu
Bab wudhu ada di bab sholat, seperti yg ditulis di atas. Dan mereka lagi2 menggunakan tafsiran sesuai hawa nafsu mereka sendiri.
- Sihir
Mereka juga menganggap sihir adalah hal yg tidak nyata dan merupakan kebohongan semata. Sekilas tulisannya memang ‘baik’, tapi jika kita perhatikan di bagian akhir, situs ini ‘menyerang’ dan (salah) menafsirkan hadits yg berujung pada Rasululloh SAW telah berbuat kesalahan. Padahal sudah jelas ada tuntunan Islam mengenai sihir.
Masih banyak lagi kebohongan2 dan dusta2 yg mereka lontarkan. Intinya, mereka TIDAK MENGAKUI SAMA SEKALI HADITS/SUNNAH RASULULLOH SAW. Bahkan mereka berani mendustakan dan mengingkari hal2 yg terkait dg Rasululloh SAW, seperti masalah shalawat dan doa bagi Nabi Muhammad SAW usai adzan.
Dan hal ini akan terlihat jelas jika kita membaca semua ‘tuntunan’ ibadah yg mereka jabarkan. SAMA SEKALI TIDAK ADA HADITS/SUNNAH yg dicantumkan sebagai referensi ibadah mereka. Pokoknya cuma Al Qur’an, titik! Padahal, orang yg menempatkan sunnah dan hadits saja masih ada kemungkinan penafsiran yg berbeda (padahal sudah dicontohkan oleh Rasululloh SAW), apalagi orang2 yg hanya mengandalkan Al Qur’an saja.
Contoh paling mudahnya, orang2 ingkar sunnah ini seperti orang2 yg hanya percaya UUD 1945 sebagai dasar hukum. Masalah pelaksanaan dari pasal2 UUD 1945, mereka tafsirkan sendiri dengan melabrak berbagai hal yg mereka anggap tidak sesuai. Tidak ada itu namanya UU, Perpu, PP, dst dst, karena hanya UUD 1945 yg paling benar.
Akhir kata, saya berharap agar saudara2 lebih berhati-hati dalam membaca dan meyakini sebuah tulisan, termasuk tulisan saya di blog ini.
Banyak cara setan untuk menjerumuskan dan menyesatkan manusia. Tentu saja setan tidak langsung menyesatkan, tapi mereka lakukan melalui kaki tangan mereka serta prosesnya seringkali berlangsung dg sangat halus dan tidak kentara.
Semoga kita termasuk orang2 yg dijaga ALLOH SWT dari petunjuk2 sesat yg dilakukan setan dan para pengikutnya. Aamiin.
0 komentar:
Posting Komentar
Jangan lupa memberi sedikit komentar demi perkembangan bloger kami